2x IRFP260 HF Linear Amplifier

Hanya menggunakan 2x IRFP260 dan input 3W, daya yang dihasilkan 300W. Dengan input 5W tembus 480W untuk 40M band. Rangkaian push-pull ini saya sarankan bagi yang tidak ingin repot dalam merangkai amplifier HF. Biaya untuk 2x Mosfet hanya 30-40 ribu saja. Gunakan tegangan 48V dan “quescient current” 25mA tiap Mosfet.

Hanya pastikan, Mosfet terkunci baik dengan pendingin. Kadang mur baut M3 tidak kuat dan mudah Los. Lebih baik ada penjepit di atas Mosfet. Saya menggunakan klem punya CPU komputer yang saya bor ulang agar pas ukuran 2 Mosfet. Urusan heatsink ini banyak menyita waktu ternyata 🙂 . Tidak apa, daripada makan korban Mosfet.

Performa amplifier HF ini menurun drastis alias mandul saat bermain di 10M band. Untuk 20M band, input 3W masih mampu menghasilkan 80W. Sedang untuk 80M dan 180M band, input 3W akan mencapai 700W+. Hati-hati dalam memberikan input amplifier ini. Mulai dari kecil dulu.

2xIRFP260

Skema sama persis dengan 2x IXTQ480P2. Hanya diganti dengan IRFP260 yang lebih murah dan mudah dicari di pasaran. Ide regulator tegangan bias bisa di lihat di 4x IRFP 260 HF Linear Amplifier.

Dalam pengukuran, saya menggunakan SWR Nissei RX-103 dan Rig IC-718. Dummy load 1KW homebrew. Kabel jumper pakai RG8 Belden.

Perlu diingat, pengukuran ini tanpa LPF dan dengan satuan Watt PEP. Saya hanya melihat gerak jarum SWR dan mencatat nilai puncak. Jadi anggap saja nilai pendekatan. Rig IC-718 juga tidak valid menampilkan angka daya pada display dan output nyata. Jadi saya melakukan pencatatan ulang output sesungguhnya dari Rig ini pada 40M band dan memakai patokan ini untuk band lain.

Arus yang ditarik sampai 17 Amper, jadi siapkan power supply 48V 25A untuk amannya. Hati-hati juga saat bereksperimen, karena output amplifier ini tegangan tinggi.

Peace!

——-

Mosfet IRFP260 dapat diganti dengan IRFP250,450,dan 460 jika diinginkan(dengan hasil output bervariasi). Dari eksperimen, “quescient current” >=50mA banyak menjebolkan Mosfet “Irex” ini 🙂

Secara teori, IRFP250 “lebih mudah” di drive daripada IRFP260. Patokan adalah nilai Q(g). IRFP250 punya nilai Q(g)=140nC, sedang IRFP260 punya Q(g)=230nC. Jika besar daya bukan obsesi utama, maka IRFP250 adalah pilihan yang lebih baik.

Penggunaan tegangan 48V pada amplifier HF, di atas kertas menghasilkan output lebih linear dibanding penggunaan 13,8V. Ini berkaitan dengan rentang tegangan yang lebih lebar bagi signal untuk bermain “ayunan” 🙂

65 tanggapan untuk “2x IRFP260 HF Linear Amplifier

  1. Saya tertarik dengan booster irf yg mas buat kalau membuatkan bisa enggak berapa habisnya dengan 2 irf seperti mas buat…..terimakasih

    1. Ini hanya project hobby 🙂 saya tidak menjual/membuatkan booster. Beberapa rekan di komunitas Bitx ada yg membuat untuk dijual. Mungkin bisa post di sana untuk mendapatkan penawaran.

  2. Terimakasih responnya ….saya mau tanya penjepit mosfet irfp mempunyai pengaruh significant terhadap perambatan panas dan apakah ada hubungannya dengan jebolnya irf nya dengan catatan seting sudah betul …..terimakasih

    1. Dalam kasus ini iya. Satu skrup pada IRFP punya titik tekan lebih kecil dibanding penjepit yg punya titik tekan yg lebih lebar hingga jarak lebih “dekat” ke heatsink hingga perambatan panas lebih cepat. Ada yg mengakali dengan menipiskan isolator ke heatsink juga.

      Untuk pemakaian secara umum tidak perlu penjepit. Kecuali untuk balapan gunakan blok heatsink tembaga plus penjepit :).

      Jebolnya mosfet biasanya titik junction terlampaui, panas tidak cepat tersalurkan. Tapi dalam kasus “hotspot” internal, mosfet sudah terbakar didalam meski heatsink dingin.

      1. Terimakasih informasinya …..kalau utk komunikasi biasa amannya teg DC berapa volt input berapa Watt ……terimakasih

      2. Rata2 aman selama tegangan tidak lebih dari 1/2 breakdown mosfet. Untuk IRFP 250/260 mau dikasih 80V juga tidak apa. Untuk yg praktis 12V-50V. Untuk tegangan 50V, input sekitar 3W-5W. Jika lebih bisa diberi attenuator.

      3. Tegangan bias relatif tiap mosfet untuk mencapai idle current 25mA. Lebih baik ukur langsung idle current, tegangan bias hanya sarana saja, jadi bisa beda antar mosfet.

  3. Sebetulnya tegangan bias itu juga termasuk kritis bagi mosfet irf ya mas maksudnya apa bila ke gedean bisa menyebabkan jebol irfp ….

    1. Secara umum iya. Tapi saya coba jelaskan :).

      VGS(TH) mosfet IRFP250/260 antara 2V-4V. Artinya pabrik menjamin mosfet mulai aktif alias terinduksi antara tegangan tersebut. Mungkin ada yg mulai aktif saat V bias 2,5V, 3V, ada yg 3,5V, ada yg 3,7V. Tidak masalah masih sesuai spec.

      Kalau saya memberi V bias 3,9V untuk mosfet yg punya VGS(TH) 2,5V bisa jadi V bias tersebut kebesaran. Tapi tidak untuk mosfet yg punya VGS(TH) 3,7V. Karena mosfet tersebut baru bangun tidur saat tegangan 3,7V. (Padahal ini jenis mosfet yg sama).

      Mosfet dikatakan mulai aktif atau terinduksi saat ada arus dari drain yang mengalir. Jadi tegangan bias tertentu yg kebesaran bisa jadi bagi mosfet yg lain biasa saja.

      1. Terimakasih informasinya mas berguna bagi saya ini saya lagi coba membuat dan merancang penjepit karena sering jebol …..sekali lagi pencerahan nya …..semoga sukses ……

  4. Selamat malam , mas utk tegangan bias baiknya ikut relay atau tidak maksudnya langsung walau pas stb teg bias tetap ada ……maaf mengganggu lagi ….. terimakasih

      1. Kalau V bias aktif terus ada resiko “sedikit bocoran” signal saat Rx (kalau VDS mosfet terhubung supply, kecuali ikut relay).

        Kalau saya sih mosfet selalu terhubung supply (saat booster on), sedang V bias ikutan relay. Aktif saat tx saja. Tidak perlu relay besar karena cuma buat supply regulator bias saja.

  5. Ok mas, kl diantara yg pernah dicoba sam mas, pake jenis irf150, irf250, Irf260, k2611, k2698 yg paling mudah setinggya pake yg mana mas, ini mau coba nyolder soalnya blm pernah buat sama sekali

  6. Kl untuk mengetahui mosfet itu yg bagus[ori] itu bagaimana mas ciri2nya, ini masih Nyoba buat yg qrp pake irfz24 beli di toko tp keluar watt maksimal 11 watt aja,, sdh bolak balik coba naikin bias atau vdsnya tp tetep aja segitu, apa memang irfz24nya yg kurang bagus ya mas

  7. Ini saya dapat K2611 bisa digunakan skema di atas kan mas, apa ada perubahan kl pake k2611, maaf banyak tanya soale baru mau praktek

  8. Oh iya mas, apa itu mosfet yg irf yg bisa digunakan untuk rf serinya harus ada huruf n dibelakangnya semisal irfp250n apa irfz24n atau bagaimana mas yg bener,,, makasih

    1. Oh tidak mas, itu hanya kode pabrik saja. Paling tepat lihat datasheet. Ada beberapa parameter seperti nilai kapasitansi Ciss, Rd, grafik SOA…Semua mosfet “irex” kebanyakan untuk aplikasi switching bukan untuk RF. Hanya untuk 80m/40m band bisa dipakai karena frekuensi kerja masih dalam jangkauan. Ketika main di 20m band, kebanyakan mosfet irex jadi impoten.

  9. Mas, itu input kl Tidak ada ferit binocular pake ferit toroid bisa ndak ya mas, caranya bagaimana ya mas, susah sekali nyari ferit binocular, makasih

  10. Itu kl pake toroid panjang tidak perlu dibuat binocular kan mas,,,,, lilitan tetap 3 : 1 ya mas,,, apa maksudnya toroid panjang tetap dibuat binocular,,,

  11. Sama kl ferit itu yg bagus kl dites pake avo meter skala x10k jarum gerak apa tidak mas,,, kl toroid bekas lhe itu kok dites gerak jarumnya, ini dapat yg 2,8 centi ndak gerak sama sekali

  12. Mas mau tanya,, kl dari exiter bitx masuk ke linier tp baru pake driver irfz24 sdh bisa keluar +- 7 watt tp kok modulaai kasar itu apanya ya mas,, bias sdh 3,2 volt,, sdh ada lpfnya

  13. Ya ini mas yg blm tau caranya cek modulasi dari exiter Bagus apa tidaknya, taunya baru pake rf probe di out exiter kl mic buat bicara rf probe jarumnya gerak,, ini cuma ada multi sama solder aja bener2 seadanya

    1. Pakai potongan kabel saja sebagai antena pada output exiter, kemudian coba Tx dan dimonitor. Banyak faktor yg pengaruhi kualitas modulasi Tx. Pastikan bagian modulasi Tx pada bitx ok dulu.

  14. Jumpa lagi mas ..
    Saya sudah coba merangkai dengan 4 irfp 250 teh 13.8 v input 5 Watt keluar 200 Watt yang saya tanyakan agar keluarnya bisa lebih besar dari 200 Watt paling efisien dan efektif menaikan volt pada irfp atau inputnya dan hasil pengamatan mas irfp 250 max aman bisa keluar berapa…… terimakasih

    1. IRFP250 aman diberi VDS sampai dengan 50V. Mungkin VDS 18-24V bisa dicoba. Hanya saja perlu kalibrasi ulang agar sesuai. Misal idle current, input amplifier, perbandingan lilitan transformer? Untuk pemakaian santai, 4x IRFP250 keluar 200W sudah oke banget. Yang penting kualitas amplifier. Misal apakah signal bersih tidak cacat? Jika ingin keluar daya lebih tanpa “ngotot” bisa menggunakan 6x IRFP dan naikkan VDS.

  15. Oh gitu ….
    Ya tegangan VDC 13.8 volt input 5 Watt keluar 200 Watt sudah baik ya mas berarti kalau mau besarin Watt output lebih baik menambah irfp nya ya …..
    Ok terimakasih informasinya ……

    1. Konsepnya jika ingin daya lebih besar, lebih baik tambah CC mesin (tambah mosfet). Coba cek SOA (safe operating area) mosfet untuk tahu daya maksimal yang “dijamin” aman untuk mosfet. Ada beberapa tulisan saya mengenai hal ini.

    1. Mas saya mau nyoba irfp 260n utk data teg bias apakah sama dengan irfp 250n yaitu antara 2 – 4 volt …..kemudian punya skema atuanator input agar mendekati 50 ohm dan cara memasangnya selama ini saya tidak gunakan tak cek ternyata set bisa sampai 1:3 ….kalau seperti itu apakah bisa kerusakan tx …… terimakasih

  16. Mas jika dalam data percobaan saya input 5 Watt swr terbaca di pesawat 1:1.5 kemudian saya input 15 watt swr di pesawat naik menjadi 1 :3 ….cara menentukan angka di note bagaimana …….terimakasih

    1. SWR meter diletakkan di mana? Input 5W & 15W di amplifier? Susunan blok perangkat?Untuk awal gunakan dummy load yg pasti 50 Ohm. Setelah okay baru pakai antenna sesungguhnya. Nanti tinggal kalibrasi atenuator agar hasil output amplifier baik.

  17. Tx saya sudah ada swrnya Susunan tx – booster irfp dan antena …… swr yang Ter baca di tx waktu dikeluarin 5 Watt swr tx 1:1.5 dan tx di keluarin swr terbaca di tx 1 : 3 ….

    1. Asumsi atenuator sudah terpasang. Coba cek hasilnya. Jika SWR tinggi maka impedansi input booster 50 Ohm. Biasanya saya gunakan RigExpert untuk tahu impedansi input. Jika hasil pengukuran (misal) 40 Ohm, maka saya seri dengan resistor 10 Ohm. Jika 100 Ohm tinggal saya paralel dengan resistor 100 Ohm. Tujuannya agar input booster 50 Ohm. Ini cara yg mudah. Jika tidak punya alat scan, bisa trial & error.

      Jika perlu, rubah kombinasi lilitan primer & skunder transformer input booster jika penyesuaian impedansi dirasa lebih mudah.

      Cara kedua, jika SWR tinggi, maka input booster bersifat induktif atau kapasitif. Bisa digunakan L match atau Pi match sederhana (kombinasi L & C) pada input. Saat nilai kapasitansi & induktansi “sama” maka nilai SWR 1:1. Ada perhitungan eksak soal ini. Tapi bisa mulai dari trial & error. Misal input booster diseri dengan induktor 3-5 lilit kawat email. Liat apakah SWR naik atau turun. Coba lagi input diberi kapasitor (misal)100pF yg terhubung ke ground. Lihat lagi hasilnya. Trial & error. Ok ada banyak jalan ke roma 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s