2x MRF8S9260HS Amplifier HF – All Band

Eksperimen Mosfet RF  MRF8S9260HS yang “dipaksa” turun tahta untuk keperluan amplifier HF. Mosfet ini resminya bekerja di frekuensi 800Mhz – 1GHz. Hanya saja dicoba untuk bekerja di frekuensi 3Mhz-30Mhz. Hasilnya: dengan input 1 Watt, bisa keluar 150W PEP stabil di semua band. Semua pengukuran daya output tanpa LPF. Tegangan kerja 28V dan Idq = 200mA/Mosfet.

Jika menggunakan tegangan 32V, maka 1 Watt  input menghasilkan 170-180W. Bagaimana dengan 3-4W input?  Bisa keluar 220W.

Untuk pemakaian rutin, lebih baik gunakan input 1 Watt saja. Ini jalan aman untuk masa depan hehehe. Input 1W saya rekomendasikan karena hasil output 130W-170W hampir tidak menggerakkan jarum VSWR . Input lebih besar dari 5W punya resiko menjebolkan mosfet ini karena Mosfet ini “match input dan output untuk UHF”. Jadi bukan model unmatched. (BLF188XR termasuk mosfet unmatched, hingga bisa dipakai pada rentang DC-600MHz tanpa pilih-pilih). Daya input yang besar akan merusak rangkaian matching internal pada mosfet. Hal lain, attenuator akan mudah dibuat dengan patokan 1W input.  

MRF8s9260hs

Palet eksperimen ini sudah “dedel duel” karena sering bongkar pasang. Jika Anda ingin mengetahui.

_20190810_16580046768471.jpgUntuk Idq (quescient current / arus idle) saya set 200mA (2,6V) karena dengan Idq ini hasil output sudah linear. Saya melakukan cek modulasi lewat umpan balik SDR-HF. Tentu Anda dapat menaikkan Idq sampai 1700mA (menurut datasheet) meski hal ini jadi boros daya dan mosfet punya resiko jebol lebih tinggi.

R dan C seri menghubungkan Gate mosfet ke ground. Ini untuk meredam input hingga mosfet lebih stabil. Jika Anda ingin ngebut, hilangkan R dan C ini. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan R saja. Semakin kecil nilai R, semakin besar redaman. Nilai R ini bisa mulai dari 2-10 Ohm. Sedang nilai C sekitar 1-2nF.

Dari ujicoba, transformer input dengan impedansi 9:1 (3L:1L) adalah terbaik dalam eksperimen ini. Sedang transformer ouput punya impedansi 1:4 (1L:2L). Pada mosfet sebelumnya (SRF8) impedansi 1:9 dan 1:16 menyebabkan osilasi pada mosfet. Meski belum mencoba untuk MRF8 ini, impedansi 1:4 jalan lancar.

Saya memanggang plat tembaga di atas kompor gas untuk memasang mosfet ini 🙂 Tidak ada alat flow solder. Baiklah, mosfet bekas ini hanya 35rb sebiji, bukan 3 Jt. Tidak terasa sakit kalaupun jebol terpanggang hehehe.

dsc_00031240537744.jpg

Ok, semoga berguna! 73

YD3BRB


Catatan soal attenuator (Jika ingin lanjut membaca)

Rangkaian Pi attenuator seperti di bawah. Saya ambil contoh, output Rig 10W, ingin saya umpankan ke Amplifier HF yang cuma butuh 1W.  Maka saya perlu rasio pembagi 10. Karena 10W/10=1W

PiA

Berapa dB rasio tersebut? Lihat tabel atau gunakan kalkulator online.

dbratio

Dari tabel, kolom times by untuk ratio 10 punya nilai dB 10 dB. Angka ini yang akan digunakan untuk menghitung Pi attenuator. Masukkan input dan output Impedance 50 Ohm. Maka diperoleh angka ideal disebelah kanan. Tujuan selanjutnya, modifikasi nilai resistor agar manusiawi. (lihat warna blok kuning).

piA2

Saya coba mengganti dengan nilai 100, 100, dan 75. Maka diperoleh hasil seperti di bawah :

pia3

Apakah hasil cukup memuaskan? Jika tidak, modifikasi nilai resitor lagi sampai pas. Lebih baik angka ini tergantung dari stok resistor yang dipunyai. Jangan lupa, butuh resistor daya 2-10W untuk membuat Pi attenuator. Biasanya dibutuhkan hubungan paralel dari banyak resistor daya kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s