Vertical Dipole 1/4 Lambda 40M Band – Boomerang (Elevated mounting)

PERHATIAN! Antena bisa menghasilkan tegangan tinggi hingga ribuan volt disetiap elemen/whip/radial. Pastikan area antena/radial AMAN dari jangkauan manusia dan hewan. Resiko kematian bisa terjadi jika tersentuh. DO AT YOUR OWN RISK!

Antena ini hanya pakai 1 radial saja. Berdiri di atas roof deck dengan 1 segment tower 4 meter. Ketinggian roof deck sekitar 7,5 meter. Vertikal dipole tapi radial miring 45 derajat hingga seperti bumerang. Alasan utama pakai 1 radial karena kepepet hehehe. Bentangan kabel untuk radial lain akan kena tetangga.

Panjang antena dan radial masing-masing sekitar 10,1 meter. Ini adalah 1/4 lambda full size. Pada bagian feeder, arus maksimal, tegangan minimal. Sedang pada bagian ujung, arus minimal, tegangan maksimal. Jika jumlah radial lebih dari satu, maka disebut antena vertikal saja. Saya menyarankan jika tempat memungkinkan, jumlah radial minimal 2. Bentuk simetris. Kalau 3 radial, antar radial 120 derajat jaraknya. Kalau 4 radial 90 derajat jarak antar radial.

Radial sepanjang 10,1 meter. Sudut kemiringan sekitar 45 derajat. Kira-kira saja :).

Antena vertikal dipole sejatinya tidak perlu tambahan radial. Jika punya horisontal dipole, tinggal putar 90 derajat dengan sisi signal di bagian atas. Ideal bentangan signal dan radial 180 derajat. Jika 45 derajat misalnya, maka lebih baik ada 2 sampai 4 radial. Bagaimana kalau 8 radial? Lebih baik. Kalau 16 radial? Mungkin penambahan efisiensi antena tidak signifikan. Cuma untuk mode “elevated mounting”, panjang radial 1/4 lambda agar resonan.

Beda dengan antena vertikal nempel tanah, (yang sisi ground masuk tanah), perlu banyak radial. Mungkin 120 radial? Untuk radial jenis ini tidak perlu 1/4 lambda. Minim 1/10 lambda plus sembarang ukuran. Intinya tidak resonan tidak masalah.

Untuk antena vertikal, jumlah radial dan sudut radial berpengaruh. Jika radial dengan sisi vertikal tegak lurus atau 0 derajat, maka impedansi akan drop hingga 20 Ohm (dalam kasus saya dengan 4 radial asimetris). Jika sudut kemiringan ditambah, impedansi akan bertambah. Biasanya 45 derajat sudah mendekati 50 Ohm. Penambahan jumlah radial akan menurunkan impedansi.

Lebih baik punya 4 radial dengan start awal SWR tinggi (impedansi antenna rendah) dan mulai mengatur sudut kemiringan radial hingga impedansi naik secara alami. Saya memakai 1 radial karena tidak ada tempat untuk radial lain.

Hati-hati dengan SWR nyaris sempurna 1:1 tapi efisiensi jelek. Jika sudut radial 0 derajat tapi SWR baik, bisa jadi kondisi tanah sekitar jelek alias Anda perlu menambah jumlah radial. Standar impedansi 38 Ohm jika kondisi tanah baik.

SWR 1:1 seperti fatamorgana. Kalau saya tancapkan coax ke pagar teralis tetangga, dengan modal utak-atik C dan L bisa didapatkan SWR 1:1. Tapi apakah signal memancar sempurna?

Grafik dengan 1 radial saja. Hal menarik, jika radial ditambah jadi 3 atau 4, resonan terjadi di frekuensi 21MHz (dengan SWR mendekati 1:1 difrekuensi tersebut). Jadi selain 40m band, bisa dipakai di 15m band. Hanya sayang, posisi radial yang lain tidak sempurna alias asimetris hingga pakai 1 radial saja finalnya.
Mencoba dengan CORINA. Daya TX 30-40W. SWR sekitar 1:1,1

Penggunaan balun 1:1 disarankan. Tapi tidak pakai juga suka-suka saja.

Kabel RG-316 dipakai sebagai jumper dengan menyatukan sisi dalam dan luar dari kabel. Maksudnya two become one.

Kabel yang digunakan membawa pengaruh juga. Jadi pengukuran oleh antena analizer dilakukan tanpa kabel untuk sekedar tahu kondisi antena. Terakhir dengan kabel yang akan dipakai sehari-hari. Saya menggunakan RG-8 dengan kode 9913 Belden.

Perbandingan dengan antena horisontal? Baiklah ini subyektif dan sekedar saja. Saya mencoba RX head to head antara IC-718 dan CORINA homebrew bolak-balik. Secara umum hampir sama. Signal yang bisa didengar oleh antena horisontal dipole bisa didengar oleh antena vertikal. Hanya saja, antena vertikal “lebih kuat” signalnya untuk RX dengan noise yang lebih tinggi pula. Untuk TX belum sempat mencoba.

Semoga berguna! 73

YD3BRB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s