Ikan Cupang, Cinta, & Dunia

Selama masa pandemi ini saya menerima 2x hibah beberapa ekor cupang dari teman yang sudah ganti hobby dari memelihara ikan ke burung & satu lagi dari yang sudah malas memelihara karena gagal terus buat mengawinkan.

Saat ini ada ratusan ikan cupang :). Saya ragu mengklaim ada 1000 ekor lebih karena tidak pernah menghitung detail hehe. Jadi cukup berjumlah ratusan saja jumlahnya.

Tapi saya ingin menulis soal lain terkait ikan cupang ini. Ini soal cinta & dunia yang berbeda harapan.

Prinsip saya memelihara tanpa melihat individu ikan ini bagus atau jelek. Saya ingin mereka hidup semua. Tumbuh dari telor, burayak/bayi ikan, terus jadi ikan dewasa. Tidak peduli apakah warna & bentuk sirip bagus atau jelek menurut standar percupangan.

Menurut dunia percupangan (wkwkwk), cupang bagus berharga mahal, yang jelek murah meriah, dan sisanya jadikan makanan ikan predator saja.

Kata dunia, kawinkan induk cupang yang joss hingga keturunan juga baik. Tapi saya hanya melihat yang siap kawin ya saya kawinkan saja, meski indukan ini siripnya gak pantas ikut kontes kecantikan versi cupang.

Dunia (kebanyakan) menginginkan seleksi. Ada ranking. Ada harga sesuai bentuk fisik & warna ikan cupang. Ini sah-sah saja sih. Ada eksploitasi gen & modifikasi untuk sirip yang di lukai dengan jarum agar bisa mekar.

Jika Anda punya cinta, Anda tidak akan melakukan eksploitasi berlebih terhadap ikan cupang hahahha. Ini hal berat, apalagi jika berniat mengambil keuntungan finansial dari hobby ini.

Jika ikan cupang punya hati, tentu dia tidak ingin dibedakan. Apalagi dilempar jadi makanan ikan predator. Yahh meski hanya ikan, tetap mereka butuh cinta & kasih sayang agar tumbuh baik.

Cinta itu dalam batas tertentu bertentangan dengan eksploitasi & manipulasi. Satu kontradiksi karena apa yang kita pelajari ya 2 hal terakhir itu. Bagaimana melakukan manipulasi ikan agar cepat tumbuh? Kasih aneka vitamin & pakan tertentu. Entah sehat apa tidak dalam jangka panjang karena “dipaksa” tidak alami (demi tampilan…& uang).

Melakukan modifikasi ikan secara fisik termasuk eksploitasi. Yahh eksploitasi karena aslinya tidak seperti itu dan tujuannya demi keuntungan manusia. Apakah ikan cupang itu bahagia? Entahlah hehehe.

Harapan saya mungkin beda dengan harapan dunia percupangan. Tidak apa, beda pemikiran itu wajar. (Apalagi yang memelihara khan saya wkwkwk).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s