Alpha & Sigma male ala Pseudoscience

Tulisan lazy style karena ingin nulis saja tanpa menyajikan data-data argumen yang baik. Maafkan saya :). Beberapa topik seperti metode penelitian sosial terkait manusia yang saya baca belasan tahun lalu banyak yang telah hilang dari ingatan.

Anda termasuk Alpha atau Sigma male? Wkwkwk. To the poin, ini adalah pseudoscience! Kalau sekedar buat have fun gak apa sama seperti ramalan bintang alias zodiac. Cuma ingat klaim yang dilakukan akhirnya jatuh ke zona pseudoscience.

Gak ada sih orang di universitas maju penelitian soal karakter orang berbasis zodiac misalnya. Yah karena dasar ilmiahnya lemah sekali atau gak ada. Yah karena hasilnya tidak konsisten, tidak akurat, dan kacau balau. Ekstrimnya sama- sama Sagitarius, yang satu jadi pemanah (hati ) yang lain jadi tukang siram kebun.

Sama dengan konsep Alpha & Sigma yang berbasis MBTI (Myers-Briggs Personality Type Indicator). Para ahli sepakat ini termasuk pseudoscience. Tipe INTJ diklaim hanya 1,9% dari populasi. Ya gak apa punya klaim seperti itu, cuma cari saja apakah MBTI masuk jurnal ilmiah level universitas bukan level seminar pop culture.

Kalau saya masuk kategori alpha, posisi paling depan pada gerombolan serigala trus kebelet pop mundur ke belakang sambil merenung di atas lubang, bertanya arti hidup sebagai serigala, kemudian menjelma jadi sigma… Ini gak konsisten.

Bandingkan dengan rumus V=IxR yang akan berlaku universal dimana-mana. Rumus ini jika dipraktekkan di Surabaya akan sama hasilnya dengan di Manila, sama juga di Paris meski pengukuran dilakukan tengah malam di bawah menara Eiffel.

Alpha & Sigma ini simbol menarik. Pasar modern dengan pengasong S3 marketing mungkin akan ekspansi ke simbol lain seperti Gamma, Thetta, Delta, … Yuk adakan pelatihan & seminar lagi. Pengasong-pengasong aliran ini maju tak gentar dengan sosmed & penjelasan yang populer alias mudah dipahami.

Ilmu sosial terkait psikologi itu susah dibanding ilmu teknik (katakanlah teknik elektro). Soalnya manusia itu kompleks & mudah berubah sesuai kondisi lapangan. Pendekatan ilmiah manapun berjuang untuk bisa memetakan perilaku manusia secara tepat.

Tapi…tapi… metode penelitian ilmiah terkait ilmu sosial pun dikritik keras oleh tetangga depan haha.

Pendekatan ilmiah ilmu sosial (katanya) menjiplak ilmu teknik. Manusia sebagai object penderita, ambil jarak & amati. Buang segala prasangka, jangan komunikasi atau jatuh hati karena penilaian akan kacau haha.

Kritikan metodologi penelitian ini dikritik keras oleh Jurgen Habermas & teman ngopinya. Kenapa meniru saudara ilmuwan teknik? Kalau pesawat mereka sudah mendarat di Mars, ingat manusia kita ini sudah ngomong soal surga & neraka :).

Baiklah ini tulisan lazy style. Habermas dengan kritikan komunikasi sosialnya tidak terima jika metode ilmiah terkait ilmu-ilmu sosial menggunakan metodologi SCIENCE. Manusia itu bukan beda mati. Mengapa harus ambil jarak jika bisa ngobrol sambil ngopi?

Kembali ke Alpha & Sigma male. Melihat diagram MBTI itu mudah. Ini seperti menyusun kartu tipe-tipe kepribadian yang tepat. Tapi sampai mana tingkat keakuratan & konsistensinya? Konstruksi logis mesti kuat & tahan uji. Yang terpenting apakah hipotesa soal ini diterima?

Saya menulis soal kritikan Habermas terhadap metodologi penelitian ilmu sosial sekedar untuk menunjukkan level konstruksi dasar pemikiran. Ibarat bangunan, jika diagram MBTI terkait dengan pemikiran Jung, apakah pondasi ini cukup kuat? Jangan katakan ini Science jika bintang di langit omong pseudoscience.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s