Input Impedansi BLF8G10LS-270

Osilasi dan tingginya SWR saat amplifier HF dilepas dari kandang ada beberapa penyebab. Kali ini fokus ke input impedansi dari amplifier HF yang tidak pas 50 Ohm. Saya ambil contoh kasus 2xBLF8G10LS-270 karena mosfet ini termasuk mosfet broadband dengan impedansi input alami yang berubah seiring frekuensi kerja. Membenahi input amplifier lebih mudah karena berurusan dengan daya kecil. Jika pembenahan di input beres, maka bagian output akan lebih mudah dan minim.

DSC_0011.JPG

Gambar di atas nilai SWR dari INPUT amplifier HF yang saya ukur. (Yach, sebuah rig butuh antena yang match. Anggap saja amplifier ini semacam antena yang bisa tegak berdiri hehehe) Secara alami, amplifier ini relatif “match” di frekuensi 16MHz. Tentu Anda dapat mengubah komposisi lilitan transformer input. Ini satu cara manipulasi praktis saja agar input impedansi sesuai keinginan.

Caranya mengukur dengan menggunakan analyzer yang di suntikkan di input amplifier. Anda dapat menggunakan DDS Si5351, atau secara manual dengan rig. RigExpert hanya keluar 20mW, jadi tidak masalah melakukan sweeping dari atas sampai bawah untuk jangka waktu terus menerus. Posisi output amplifier terhubung ke dummy load untuk memastikan output resistive 50 Ohm. Amplifier dalam posisi On. Penguatan BLF ini 26dB alias 400x! RigExpert cuma keluar 20mW, output amplifier mencapai 8W.

Cara praktis untuk menggeser titik rendah SWR ke daerah frekuensi yang diinginkan cukup dengan menambah induktor atau kapasitor. Saat cek di frekuensi 7MHz, maka input amplifier saya dipandang “kapasitif” hingga SWR mencapai 4:1. Maka agar efek kapasitif dapat berkurang, perlu ditambahkan induktor seri. Intinya, jika nilai kapasitif dan induktif saling menetralkan, maka murni didapat nilai resistif saja. Dalam hal ini output sebuah dummy load 50 Ohm. Jika saya tidak menggeser titik rendah SWR ke frekuensi kerja yang diinginkan, kemungkinan besar akan langsung disambut osilasi jika terhubung ke antena sungguhan :).

DSC_0016.JPG

DSC_0017.JPG

Usaha pertama menggunakan T37-2 dengan lilitan sebanyak 19 cukup untuk menggeser ke frekuensi 8 MHz. Okay, saya tambah lilitan lagi 🙂 jadi 29lilit. Wahh kebablasan hehehe

DSC_0028.JPG

Saya kurangi beberapa lilit hingga frekuensi kerja sudah berada di area 7 MHz. Anda dapat bereksperimen soal nilai induktansi. Hanya saja, penggunaan toroid yang punya Q tinggi semacam T37-2 (untuk band 40-80M) lebih saya sarankan, karena nilai SWR lebih rendah, alias impedansi bisa lebih akurat.

Jika saya ingin bergeser ke frekuensi lebih tinggi, maka sebuah kapasitor puluhan sampai 100Pf cukup ampuh. Hubungkan input ke ground dengan kapasitor tersebut.

DSC_0022.JPG

DSC_0019.JPG

Setelah input impedansi sesuai keinginan, coba dengan antena sungguhan dengan SWR tidak sempurna (punya saya SWR 1,4-1,5). Semestinya, amplifier Anda tetap adem ayem saja meski keluar ratusan watt 🙂 Setelahnya, baru bereskan soal lain untuk lebih mantul lagi hasilnya.

Mungkin kabel Anda yang keluyuran tanpa baju, kapasitor soak di LPF, kapasitor bypass yang kurang banyak, shielding yang lubang-lubang, mixer RF yang mepet dengan final Mosfet tanpa penyekat, grounding yang belum kesambung, dan seterusnya.

Semoga berguna, 73

YD3BRB

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s