Teknologi terbaik itu tergantung Selera :)

Beberapa hari ini baca-baca soal TLT (Transmission Line Transformer). Ini kaitan sama eksperimen amplifier buat RF. Penuh simbol matematika jika Anda suka 😁. Lebih baik praktek kencan sama pacar Anda yang galak nurut saya.

Untuk rentang frekuensi VHF /UHF, TLT jadi standar defakto karena tingkat kestabilan yang tinggi dibanding model transformer biasa. Pada rentang HF, rancangan terbaru para desainer amplifier juga sudah beralih ke model TLT.

Dan… Saya memilih teknologi sebelumnya yang lebih kuno gara-gara punya stock ferit /toroid 100 biji lebih. Sayang kalau kepakai sedikit 😁. Dulu beli bekas sama pengepul minim mesti ambil 50/100.

Susunan komponen juga lebih keren kalau pakai cara lama. Padahal ini hanya selera mata saja. Ini pilihan yang tidak keren dari sisi teknologi. Tapi itulah yang terjadi. Selera punya pengaruh besar.

Dan konyolnya,(saya baca dari beberapa artikel) beberapa produk komersial amplifier ini masih tetap pakai teknologi lama gara-gara stock ferit juga masih banyak. Plus susah move on ke teknologi baru. Lhaa…

TLT, meski ruwet teorinya, tetap tidak susah untuk dipraktekkan. Foto di atas balun TLT 1:1 yang buatnya gak lebih dari 5 menit. Baiklah ini situational. Bisa jadi rancangan berikut saya pakai model TLT.

Peace!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s