Eksperimen “Single ended” Linear Amp RF

Desain eksperimen ini hanya menggunakan sebuah transistor MOSFET. Menggunakan tegangan 24V dan jalan baik juga ditegangan 12V. Jadi hanya menambahkan 1 tahap dari 3 tahap yang ada. Hanya perlu pengaturan ulang tegangan bias dari IRF510 dan IRFP150 /IRF530. Daya yang dipancarkan sekitar 25-30W. Anda dapat mencoba semua stock jenis MOSFET yang Anda punya. Saya mencoba IRF510,530,150,460 dan semua jalan lancar dengan karakter masing-masing.

Tegangan bias mesti diatur perlahan mulai dari 0V sampai modulasi yang dihasilkan linear. Kecuali Anda ingin menguji batas kemampuan MOSFET yang dipunya. Umpan balik dapat digunakan osiloskop atau receiver RTL-SDR v3 yang pakai antenna standar supaya tidak overloaded. Saya pakai yang terakhir karena bisa melihat distorsi dan efek osilasi yang terjadi. Plus bisa record juga suara yang dihasilkan.

RFC 10 Lilit kawat enamel 0,7 mm pada FT50-43. T Primer 1 lilit, Skunder 3 lilit kawat enamel 1.0 mm pada BN43-3112. Dapat juga pakai FT50-43,  P= 3 lilit S=9 lilit. Resistor 10 dan 220 Ohm 2W. Kapasitor output dari Drain ke Trafo 100NF 100V. Tegangan bias pada kasus ini 1,75-2,5V. Tiap MOSFET, meski sama type tetap punya ciri sendiri-sendiri. Lebih baik kecilkan tegangan bias jika Anda melakukan pengantian MOSFET meski type yang sama.

Pengaturan bias sangat kritis. Ini faktor penyebab osilasi karena penguatan yang berlebihan. Lebih baik atur perlahan sampai modulasi linear. Jadi pengaturan bias dilakukan di dua sisi. Bias pada tahap 3 pada IRF510 yang sudah ada, dan bias pada IRFP150/IRF530.

Hanya perlu diketahui, desain “single ended” Ini kurang dianjurkan untuk pemancar karena distorsi harmonic yang dimunculkan. Kebanyakan referensi menggunakan cara Push-Pull yang lebih efisien dan sempurna (Sekaligus lebih ruwet rangkaiannya). Tapi desain ini sederhana dan murah 🙂 Layak buat eksperimen.

Saya membuat satu strip 4 tahap sekaligus. Mulai dari 3904, BD139,IRF510, dan “single ended” IRFP150. Mengandeng tahap 3 ke-4 adalah tantangan tersendiri. Banyak “korban” untuk hal ini. Tiga IRFP150 “tewas” secara bergantian dalam semalam hehhe.

Kebanyakan desain dibuat 3 tahap dan untuk PA RF dipisah. Ini desain paling praktis dan mudah untuk diduplikasi bagi homebrewer.

Alasan saya untuk menambah satu tahap supaya lebih “powerful” sekaligus sederhana. Apalagi pakai model single ended dan masih dalam satu strip.

se00

Karena hidup cuma sekali, mengapa tidak membuat yang jarang ada hehehhe. Saya punya 6 biji IRFP150 dan 5 dari mereka sudah jadi pahlawan. Kalau dikonversi bisa buat ngopi 25x di warkop 3 ribuan. Bukan barang yang mahal amat kok.

dsc_0016-1771103932.jpg

IRFP150 ke-6 sudah menemukan titik stabil tegangan bias. Saya catat di kertas. Dan..menguji batas kemampuan IRFP150 sekali lagi. Ini menyebabkan transistor MOSFET terakhir ikut pengasapan.

Yach, memang untuk sesuatu yang baik, mungkin perlu lebih banyak yang dirusakin? Punya stock IRF530 coba tancapkan ternyata okay juga. Punya data lebih mirip dengan IRF510. Jebol lagi sekali, untuk tahu batas hehehe. Untuk faktor biaya, saya menganjurkan penggunaan IRF530 yang lebih murah daripada IRFP150. Hasil sama-sama tidak mengecewakan.

IRF510, BD139, dan 3904 dalam satu strip. Saya pagari dengan lempeng PCB dengan IRFP150 untuk mengurangi parasitic oscillation.

MOSFET pada gambar di atas sudah KO 😁 Cuma jadi ganjal PCB supaya gak goyang saja.

Semoga bermanfaat!

Peace!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s