Mixer RF – NE612 Vs MC1496 Vs Ring Dioda

Karena penasaran, mencoba semua mixer RF (Radio Frequency) di atas. Sampai dimana sih perbedaan tiap mixer itu? Hanya kuping saja buat bedakan. Gak ada alat ukur presisi tinggi yang lebih obyektif.

Semua dirangkai ala ugly. Langsung di atas PCB.

Yang dibuat adalah mixer RF plus product detector untuk 40M band. Tiap rangkaian tidak sama. Hanya BPF dan AF saja yang sama. Untuk AF pakai IC741 sebagai pre-amp dan LM386 sebagai penguat AF akhir.

Dari sisi perakitan, MC1496 paling ruwet karena butuh bias eksternal yang butuh banyak resistor. Sedang ring dioda paling mengasyikkan karena ada pekerjaan menggulung dan mengukur dioda. Sedang rangkaian NE 612 paling sederhana dan cepat jadi saat dibuat.

Ring Dioda Mixer

Ini penilaian yang subyektif ya. Mixer Ring dioda terasa paling alami suaranya. Tidak berlebihan soal sensitifitas juga seleksi signal. Drive signal pakai DDS langsung tancap untuk signal BFO. Karena mixer ini butuh supply signal carrier 7dB. Untuk signal VFO dari DDS bisa pakai Transistor buffer.

Hanya butuh banyak stock dioda 1N4148 yang murah meriah. Dioda ini Didiukur pakai DMM mode dioda. Ambil dioda dengan tegangan forward yang sama. Sedang toroid pakai jenis FT37-43.

Repotnya, signal sebelum dan sesudah melewati mixer mesti dikuatkan. Redaman mixer ini lumayan tinggi.

Jika diomong dynamic range paling bagus, kuping ini gak bisa bedakan terlalu jauh jika ada signal kuat dan lemah berdekatan. Hanya terasa paling alami saja. Mungkin kalau buat sambal, ini sambil jenis sambal uleg di atas cowek hehehhe.

Jika malas menggulung kawat enamel, dan pingin praktis, bisa dipertimbangkan mixer jenis ADE-1 buatan minicircuit. IC ADE-1 ini ring dioda mixer dalam bentuk mini. Cuma IC ini punya harga maxi 😁

NE612

Ini jenis mixer dengan sensitivitas paling tinggi dari semuanya. Cuma kadang signal dari antah beratah juga ikutan nimbrung sekali tempo. Dan perbedaan signal lemah dan kuat yang berdekatan terasa kasar. Kurang alami. Semua rangkaian tanpa menggunakan AGC. Jadi signal lemah dan kuat tampil apa adanya.

Ini sambal yang di mixer hehe. Atau sambal jadi buatan pabrik. Bukan sambal uleg.

Rangkaian NE612 paling sederhana diantara ketiganya. Jadi kemungkinan berhasil saat eksperimen dengan NE612 lebih tinggi.

Masalah utama jika pakai DDS adalah supply signal butuh 200-300mV(-15dB). Sedang dari chip Si5351 keluarin 2,5-3v (6 dB). Anda dapat menggunakan pi attenuator atau Voltage divider untuk meredam signal dari DDS.

MC1496

Dari semua mixer, ini suara yang Paling enak menurut saya. Ada opsi pengaturan untuk carrier null dan gain di mixer. Sedang pada product detektor bisa diatur juga gain-nya.

Cuma pada eksperimen saya, butuh perjuangan lebih untuk mencegah osilasi pada bagian AF. Jika masalah ini bisa diatasi, ini mixer paling empuk suaranya hehehhe.

Sensitifitas sama seleksi signal imbang. Noise juga lebih rendah dibanding NE612. Jika ada signal lemah dan kuat berdekatan tidak terasa kasar atau “njomplang” amat.

Kelemahan utama adalah: rangkaian yang ruwet hehhee. Jika ini tidak masalah, ini mixer yang layak buat home brew. Tapi tidak saya anjurkan untuk eksperimen anak SMP bro! πŸ™‚

Ada banyak data plus perhitungan pada datasheet MC1496. Datasheet yang jauh lebih komplit dan detail dibanding NE612. Bagi yang senang Matematika dan lagi jomblo IC ini layak dicoba.

Kesimpulan

Jika ingin praktis, pakai NE612. Ini mixer lumayan baik untuk eksperimen tanpa resiko gagal yang tinggi.

Jika ingin sesuatu yang “vintage” pakai ring dioda mixer. Ini mixer klasik yang tak lekang waktu. Siapkan kopi yang banyak ya.

Jika ingin mengulang masa lalu yang manis sekaligus ruwet,pakai MC1496. Sekalian belajar baca datasheet πŸ™‚

Semua mixer RF di atas layak buat eksperimen. Hasil juga tidak mengecewakan buat kuping anak kost. Semua IC dibuat dengan tujuan masing-masing.

✌

Ps: Lagi malas shoot video masing-masing performa Mixer.

5 tanggapan untuk “Mixer RF – NE612 Vs MC1496 Vs Ring Dioda

  1. Halo Mas Daranto, saya Indra salam kenal Mas ….ini artikel MIXER menarik sekali dan saya mohon info lanjut kalau berkenan…, Ceritanya begini…saya skr belajar bikin Micro40 DSB skema yg asli dr VK3YE….berhubung saya tidak mendapatkan resonator 7Mhz…jadi saya pakai resonator 3.58MHz.
    Lha skema VXO saya ambil “begitu saja” dan tancap dari VXO 40/80m punya PY2OHH. ….
    Setelah selesai dirakit, pesawat ini dalam hal RX tidak berjalan sesuai harapan.
    Jika volume dibesarkan lebih dr 10%, akan terjadi suara BRRRRRR, di
    speaker. Apa istilahnya osilasi ?
    Saya temukan jika Vcc +12V MIC saya lepas, masalah ini hilang, akhirnya saya pindahkan supply MIC dari Vcc +12V ke Vtx….tapi tetap bermasalah, akhirnya output MIC modul menuju pin 1 dr NE602 saya lepas….ternyata bisa receive dengan sangat baik sangat jelas.
    Lantas saya ukur keluaran nya VXO pakai rf voltmeter terbaca 700mVpeak alias levelnya +7dBm dalam 50 ohm!.
    Lantas keluaran dr NE602 pada pin 4 lebih kecil sedikit drpd +7dBm (tanpa modulasi sama sekali)
    Saya konsultasi ke PY2OHH, dia bilang NE602 antara pin 1 dan 2 masingΒ² diberi resistor 33k, dan diantaranya diberikan potensio 100k, wiper ke ground, ini katanya buat null kan carrier. Setelah saya coba distel, keluaran drpd pin 4 NE602 bisa turun menjadi 300mV alias 0 dBm.
    Kalau nurut PY2OHH, ini masih kurang kecil katanya yg betul hampir zero atau 5mV. Saya tanyakan apakah output VXO saya +7dBm per 50ohm kebesaran gak ? Berapa level yg dibutuhkan pada pin 1 dan 2 NE602. Dijawab dia tidak tahu berapa level requirement nya, hanya berdasarkan pendengaran saja ( ha3)…lha saya blm ada pengalaman “mendengar”…..
    Maka dari itu setelah saya baca artikel Mas Daranto…. dimana ada disebutkan angka “…. butuh 200mV sd 300mV….”
    Pertanyaan saya: a) 200mV sd 300mV ini apakah kebutuhan input pin 1 dan 2 drpd NE602 ?
    b) 200mV ini Vrms atau Vpeak atau Vpeak to peak ?
    c) Dan yg penting dalam environment berapa ohm kah itu ?
    d) Jika keluaran VXO saya +7dBm dalam 50 Ohm…… apakah ini kebesaran atau kurang ? Dan bagaimana cara mengkonversi dari +7dBm per 50 Ohm menjadi …….. dBm dalam enviroment …..Ohm ( NE602 ) ?
    e) apa akibat dr kelebihan level VXO, apakah ini menyebabkan carrier tidak bisa di null kan dan osilasi brrrrr tsb ?
    Saya kira ini dulu saja yg saya tanyakan. Maaf kalau saya tanya detail.sekali, sebab saya bukan sekolah elektronika, belajar dr mana saja.
    Makasih banyak.
    Indra.

    1. Salam kenal juga Mas Indra. Sama-sama belajar πŸ™‚ Saya jawab a-c dulu. Semua input signal pada NE602 mensyaratkan minimal 200mV (Peak to peak) dan maksimal 300mV (peak to peak). Info ini tercantum dalam datasheet. Jika signal input apapun lebih itu akan terjadi distorsi signal. Signal bisa terpotong bisa juga terjadi penguatan berlebihan hingga signal cacat.

      Untuk membatasi signal input ini (c), bukan dalam satuan Ohm, tapi Volt karena yang dilihat NE602 adalah tegangan signal. Biasanya seperti DDS Si5351 keluar 3V (peak to peak). Impedansi dari pabrik sudah 50 Ohm, tapi yang penting berapa volt signal tersebut dari puncak ke puncak.

      Untuk membatasi tegangan signal ini digunakan redaman, biasanya T-pad atau Pi-pad. Misal VXO atau DDS keluar signal 3V (peak to peak), maka saya perlu redaman sebesar 1/10 (10dB) agar NE602/612 tidak kebesaran signal yang diterima. Cara paling valid dengan mengukur di osiloskop berapa besar signal VXO punya Anda. Ada rangkaian multimeter plus dioda untuk mengukur signal ini juga. Setelah tau output VXO itu baru dibuat redaman.
      (e) Seperti saya singgung di atas, terjadi distorsi signal, penguatan berlebihan yang bisa jadi penyebab osilasi. Ini seperti memberi inputan berlebihan pada sebuah amplifier audio.

  2. Saya baca ulang sambil ngopi di warkop πŸ™‚ Untuk volume lebih dari 10% terjadi kekacauan, bisa jadi LM386 kebesaran penguatannya. Mungkin dengan melepas kapasitor yg terhubung kaki 1 dan 8 dari LM386 bisa buat audio lebih stabil. Atau mengatur ulang penguatan pre-amp sebelum ke LM386.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s