Testing TLT 1:4 untuk Legal Limit 100-120W 40M Band 1/2

TLT menghasilkan signal sangat bersih. Ini seperti amplifier HF grade A. Pada spektrum analyzer terlihat seperti signal tunggal yang muncul gagah dengan pengapit kiri-kanan noise saja. Kalaupun ada muncul signal pengapit, seperti malu-malu kucing untuk unjuk gigi. Tapi keadaan berubah, saat saya menambah relay dan rangkaian supply. Kabel berserakan melintang, dan jarak Rig dengan amplifier ini terhubung dengan kabel sinkronisasi telanjang. Posisi menentukan prestasi! Banyak signal liar mau ikutan mejeng hehehe.

Amplifier HF saya pasangkan dengan IC-718 . Jadi IC-718 saya set RF Power di level paling rendah (L), sekitar 3/4 W. Pakai antena 1/2 lambda dipole. Mosfet pakai 2x MRF8S9260HS.  Tentu saya gunakan “peredam” agar mosfet ini tidak agresif melewati 120W kalau teriak hehehe.

Dari seluruh rangkaian amplifier,  maka urutan paling panas saat dipacu terus menerus : Mosfet, LPF, BN43-3312, RFC, dan (yang mengejutkan) balun dengan 2 tumpuk FT50-43 paling adem. Sebelumnya tertarik dengan efek dari coax pendek dan penggunaan BN43-3312. Juga apa efek jika 2 coax paralel terpisah 1/2 Cm karena jarak lubang toroid.

Pengamatan dasar ala homebrew : Pakai sensor jari tangan dan mata :). Asumsi sederhana, jika proses tidak efisien dan bermasalah, gejala pertama panas berlebih. Gejala kedua, daya tidak maksimal alias loyo. Gejala lain: banyak distorsi harmonik. Untuk pengamatan yang terakhir saya pakai SDR. Tentu SDR tidak bisa dijadikan acuan ukuran standar. Ini spektrum analyzer KW3 🙂 Saya lihat sisi perbandingan saja.

Gambar di bawah saat palet “bare-bone” Tx saja tanpa relay. Signal benar-benar bersih dan buat bangga seperti iklan Bentol Biru :). Untuk Toroid pakai tipe #43. FT50-43 dan BN43-3312. Coax pakai RG316 (bekas). LPF pakai toroid T50-2 orde 7 Chebyshev. Ingin tahu juga apakah toroid seukuran T50 layak untuk daya 100W. Ternyata yang paling panas saat di pacu justru LPF ini. Jadi rencana upgrade ke ukuran T82 agar  pemakaian bisa lama.  

BN43-3313 agak panas tapi tidak merata. Bagian bawah lebih panas. Saya menduga karena binocular ini mepet dengan kaki drain mosfet. Karena jika panas karena pengaruh signal yang lewat, panas itu menyebar, tidak terkumpul di satu tempat.

Gambar atas, saat penambahan relay plus 7812 hingga amplifier ini fungsional. Terjadi penurunan kualitas signal. Signal pengapit bermunculan tanpa malu lagi. Yang sebelumya seperti amplifier grade A, jadi bentol-bentol  kayak kehabisan bentol biru. Relay saya wrap dengan aluminium foil. Ada 3 relay SPDT karena saya pakai relay bekas dan punyanya itu. Jalur supply antara amplifier ini dan Rig memang masih sekedarnya. Shielding juga.

Modulasi audio linear dan bersih. Pada bagian ke-2 saja saya tampilkan rekaman audio dan grafik signal pada spektrum analyzer. Saya ingin benah-benah dulu penyebab munculnya distorsi harmonik yang ikutan mejeng di spektrum setelah saya pasang relay. Meski tidak besar amat, tapi ini membuat penasaran. Setiap kasus beda, jadi masih pencarian.  Tentu saya tidak bisa menyalahkan IC-718 yang sudah lulus regulasi FCC hehehe.

Semoga berguna! 73

YD3BRB

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s