TLT 1:4 (1L:2L)

Eksperimen TLT (Transmission Line Transformers) untuk amplifier HF. Output tes pada kisaran 50W-70W RF untuk tegangan 13,8V dan 120W-200W RF dengan VDS Mosfet 28V. Mosfet yang dipakai MRF8S9260HS Push-pull. Kali ini hanya pada band 40M saja. Ujicoba pada dummy load dan antena dengan SWR 1,5. Tulisan ini hanya fokus tentang TLT.

Rangkaian TLT ini sebagai alternatif penggunaan transformer dengan lilitan kawat email atau kabel. Digunakan coax RG174 dan RG316 dalam eksperimen ini. Pada rangkaian akhir, hanya digunakan RG316 saja.

Rangkaian TLT impedansi 1:4 seperti di bawah (setara dengan transformer 1L:2L). Ada 2 input di kiri dan 2 output di kanan. Kapasitor diberikan tergantung dari rangkaian Mosfet. Dalam skema TLT dengan Mosfet, fungsi kapasitor sebagai blocking DC agar drain mosfet yang terhubung ke mosfet tidak short dengan ground.

TLT-1:4A

Impedansi dari TLT tidak tergantung dari jumlah lilitan coax pada toroid. Impedansi ini berasal dari kombinasi arus dan tegangan yang diputar balik pada coax. Beda dengan penggunaan transformer umumnya, TLT memanfaatkan coax sebagai penyelaras. Secara teori, bandwidth rangkaian tanpa batas :). Tapi dalam praktek, penggunaan toroid untuk memperbaiki respon frekuensi bawah. Sejatinya TLT jalan lancar tanpa toroid. Silahkan dicoba untuk tahu batas respon frekuensi.

 

TLT-1:40001

Gambar di atas jika TLT dihubungkan dengan drain Mosfet. Kapasitor bypass pada VDS Mosfet perlu ditambahkan (pada rangkaian atas tidak ada). Saya pakai kombinasi 470uF, 47uF, dan 100nF. RFC pakai bifilar 10L pada FT50-43 tumpuk 2. OM Daryono dari Komunitas BITX memberikan “warning” bahwa penggunaan TLT 1:4 ini ya harus sesuai dengan kebutuhan impedansi mosfet. Jadi, pastikan dulu Anda butuh transformer 1:4, kemudian tinggal pilih pakai cara biasa atau TLT.

Gambar di atas digunakan kombinasi RG174 dan RG316. Entah kenapa kabel RG174 punya saya rapuh, mudah putus. Mungkin terlalu kasar dalam memakainya :). Akhirnya saya ganti semua dengan RG316 seperti gambar di bawah. Sama-sama jalan lancar.

Ujicoba pakai antena kabel tarik dipole 40M dengan SWR 1,5. Range daya 50W-200W baik VDS 13,8V maupun 28V. Hasil positif :). TLT ini stabil, BN43-302 dan kapasitor pada LPF hanya hangat saja. Rangkaian amplifier tidak osilasi atau konslet hehehe. Target adalah webSDR dengan posisi di Singapore. Signal tidak besar, hanya S7-S8 sedikit di atas noise (propagasi selalu disalahkan). Tapi modulasi terdengar cukup baik. Saya tidak punya alat ukur canggih untuk menghitung “loss” dan parameter lain pada TLT ini, tapi eksperimen sederhana ini meneguhkan, penggunaan TLT untuk band HF oke juga.

Semoga berguna! 73

YD3BRB


K5TRA

Referensi yang bagus soal TLT. Jika ingin tahu perhitungan dan seluk beluk TLT lebih rinci.

Singapore OJ11WH – Operated by Martin 9V1RM

WebSDR paling dekat dengan Indonesia šŸ™‚

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s