Pilih Kasih itu Perlu

Anda dikatakan pilih kasih jika tidak adil. Satu dikasih, yang lain nggak. Satu di ajak, yang lain nggak. Masak Ngafe terus sama Anita? Sedang Bella dan Helga nggak pernah? Padahal mereka semua pacar Anda lho.

Ini faktanya. Anita itu punya Kafe. Jadi sekalian apel, Anda sekalian ngafe. Pas juga Anda pecinta kopi. Sedang Bella cuma jual es puter yang buat gigi ngilu. Helga ngajaknya nonton aja yang kaca mata minus Anda hilang tahun lalu.

Walau Anda punya duit dan waktu buat mereka semua. Tapi dalam satu lemparan, seperti dadu, hanya satu sisi yang muncul sekali lempar. Anda perlu list dan daftar prioritas dari semua pacar Anda. Slot prime time itu buat siapa? Kenapa mesti begini? Karena Anda hanya seorang manusia.

Walau Anda punya istana seluas 1000 tikar, dalam satu saat ya cuma bisa tidurin 1 tikar saja. Masak tidur mau gulung-gulung?

Setiap saat Anda mesti pilih kasih. Mana yang Anda pilih untuk kasih Anda? Ini realita yang mesti Anda terima. Memilih berarti mengambil yang satu dan membuang yang lain. Jika memilih flight ke Jakarta, Anda membuang kesempatan flight ke Surabaya saat itu.

Soal pilih kasih kebanyakan seperti cerita di bawah ini :

Ada satu bos terima kerja harian buat roti. Sehari 1 orang dapat 100rb. Mereka dibayar harian. Mereka masuk jam 8 pagi, pulang jam 5 sore. Cecek, Dedi, dan Eko masuk kerja jam 8 pagi. Saat jam 3 sore, si Budi tiba-tiba datang dan ngomong sama bos kalau mau ikutan bikin roti. Diterima, langsung kerja saat itu juga.

Saat tiba jam 5 sore, semua dapat bayaran 100rb (termasuk si Budi yang baru mulai kerja jam 3 sore). Si Cecek, Dedi, dan Eko protes keras sama bos. Mengapa si Budi yang cuma kerja 2 jam doank dapat upah sama 100rb? Si bos pilih kasih sama Budi donk!

Si bos memang pilih kasih. Dia milih Budi saat itu. Budi dapat perlakuan istimewa. Tapi apa si bos berlaku gak adil sama Cecek, Dedi, dan Eko? Mereka tetap menerima 100rb sesuai janji si bos kok.

Pelajaran yang dapat diambil :

Tidak usah iri atau protes jika tetangga kiri Anda dikasih mangga sama tetangga depan, sedang Anda tidak. Atau tetangga kanan Anda menang undian pergi ke Paris sedang Anda cukup ke Pare. Anda tidak dirugikan khan? Itu kasih yang mereka terima dari orang atau waktu yang pilih kasih.

Kasih itu memilih, karena kita bukan dewa yang punya kasih tanpa batas. Bukan dewa yang bisa punya 1000 raga buat 1000 tikar. Selama Anda tidak merugikan orang lain, pilih kasih adalah hal terbaik yang bisa dilakukan seorang manusia.

Kembali ke soal Bella dan Helga. Mereka semua omong Anda pilih kasih karena cuma ajak Anita ngafe terus.

Ahh! Ini salah Anda sendiri. Kenapa? Kenapa kok punya pacar sampai 3? Hahahaha. Pssst…Lain kali, kalau pilih kasih, gak usah omong kiri-kanan. Diem-diem aja yach!

Peace!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s