Cerita HP Jadul.. Aah!

Punya HP jadul yang sudah masuk masa EOL (End of Life) bikin mata melirik kiri kanan mencari yang muda dan segar. Apalagi saat di zona berbahaya yang penuh gadis cantik yang  gencar promosi menjajakan dagangan miliknya. Ko sini ko! Mas.. sini mas!.. Namanya godaan, selalu keliatan mudah dan renyah ya.

Memang manusia gak pernah puas. Kebanyakan poligami kalau urusan sama HP. Tidak puas punya satu, tambah satu lagi. Besok lagi tambah lagi. Yang tua atau jadul cukup buat terima SMS sama telpon aja. Beruntung jika gak dirombeng. Sedang yang muda sering diutak-atik, dibelai-belai, diajak senang-senang keliling dunia. Katanya sih banyak fitur dan tempat yang belum dijelajahi.

Ajakan beli HP terbaru ini seperti ngajak kawin kontrak. Ada yang minta jatah 3 bulan, 6 bulan, sampai satu tahun.  Entah enak terus selama itu atau hanya diawal saja. Terbayang sayang-sayangan, soalnya masih gress itu barang. Tapi abis itu, bisa jadi bosan dan buat sengsara bayar cicilan.

Kalau tergoda dengan yang “high class”, siapkan saja belasan juta untuk terbang di galaxy bersama bixbi yang montok dengan layanan bloatware. Ini yang buat hidup manis sekaligus tertatih-tatih. Atau sama si poni yang seXy seharga 20 jt? Poni yang sering nampang di Ig bersama selebgram dari negeri antah beratah.

Repotnya punya HP kelas atas mesti selaras sama case standar militer.  Dengan bahan dari body pesawat terbang. Kalaupun jatuh dari lantai 7 masih selamat itu HP.  Belum lagi screen yang tahan tembakan AK-47. Mau digores pakai pisau punya Rambo masih tidak berbekas. Apalagi cuma dicakar sama kuku cewek.

Memang penyebab HP jadi jadul itu ada 2 hal. Pertama isi dompet memang jadul alias untuk beli pulsa listrik aja perlu perjuangan, apalagi HP baru. Atau nunggu sale dengan diskon 73% gak pernah kesampaian. Penyebab kedua punya cerita yang selalu berulang. Abis terima gajian langsung abis buat bayar utang. Lha sama aja ini.

Tapi kenyataan tidak selalu buruk. Jika urusan kredit yang minta jatah 10 tahun buat cicil tidak boleh, kenapa tidak milih HP rasa mewah tapi harga anak kost? Masak HP yang dipunya kalah sama HP punya Ojek online yang sudah “octa core” dan memory 4 GB. Pasar bebas tidak selalu memihak penguasa atau konglomerat bro. Selama mekanisme berjalan alami, selalu ada pembeli dari semua kalangan. Semua bahagia.

Kembali ke HP jadul. Selama masih bisa diandalkan mengapa tidak? Selama rejeki masih mengalir dari HP yang sudah pudar warna dan lecet-lecet biarlah begitu. Membeli yang terbaru tidak selalu berhasil untuk puasin nafsu. Paling tidak rasa birahi hanya bertahan paling lama 3 bulan. Setelah itu ya seperti biasa saja. Mesti beli yang baru lagi dan lagi.

Jika tidak punya alasan yang baik, lebih baik pikirkan jatah 3 bulan itu. Setelah bulan madu habis, apa masih memerlukan semua fitur yang dipunya? Kecuali Anda pemerhati teknologi dan mesti memberi review untuk produk terbaru. Selain itu pikir ulang. Kecuali Anda sosialita yang punya kerjaan endorse barang ini itu dan perlu unjuk HP, pikir lagi .

HP saya sih termasuk jadul. Buat panjangin hidup mesti atur batere agar hidup sederhana ala anak kost. Tapi biarlah begitu, yang penting bisa diandalkan. Siapa tau bulan depan ada yang kasih diskon 73% karena sudah bosan sama HP barunya 🙂

Peace!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s