Pakaian ala Ndeso?

“You can have anything you want in life if you dress for it.” —Edith Head

Beberapa hari lalu saya berhasil menyingkirkan hampir separuh pakaian punya saya dari lemari pakaian. Pakaian yang numpuk lama tak bergerak . Karena saya jarang tampil di acara formal seperti kondangan atau masuk TV (hehehe), jadi kegiatan pemilahan cuma makan waktu 5 menit. Sisanya sebagian kaos oblong dan celana pendek saja. Idenya : Semakin sedikit semakin baik 🙂

Jangan salah paham, penampilan itu penting sesuai gaya hidup masing-masing. Anda bisa jadi akan kehilangan kontrak jika bertemu client bisnis potensial dan memakai kaos oblong pasar malam murahan. Bagaimana Anda bisa menciptakan kesan bonafide, jika yang Anda kenakan kelas obralan?

Pakaian menunjukkan siapa diri Anda menurut iklan. Lhoo.. Oleh sebab itu, pakem ini sering digunakan untuk memanipulasi kesan. Jika Anda ingin rambut Anda dilihat indah, pakai model pakaian yang dipakai artis-artis iklan shampoo. Jika ingin terlihat kurus hasil diet maksimal, pakai pakaian model iklan diet mereka (jangan lupa diedit sotosop dulu sebelum upload).

Pakaian juga sering dipakai sebagai indikator pangkat dan derajat seseorang. Ini juga jadi lahan manipulasi bagi yang merasa pangkat dan derajatnya rendah (padahal manusia adalah makhluk mulia) agar terkesan beda. Jarang orang berpikir Anda orang penting jika Anda mengenakan kaos oblong iklan obat batuk. Minimal cari kaos obral polos, trus pake spidol marker bubuhkan kata “Just duit “. Ingat! Jangan pernah menipu Janda muda dengan seragam serdadu plus duit.

Anda tidak akan pernah menang soal pakaian jika tidak ikut trend. Berterima kasihlah pada dunia medsos yang membocorkan rahasia soal trend. Jika mata batin Anda buta terhadap trend, cari yang jumlah hati atau Like-nya paling banyak. Jangan lupa, dunia pangeran dan putri kerajaan dari antah beratah selalu lebih menarik dari dunia nenek sihir.

Jika Anda kasar dan ingin terlihat lembut, pakai pakaian bahan sutra. Jika Anda jahat seperti serigala dan ingin terlihat baik, pakai pakaian ala malaikat berbulu domba. Jika Anda miskin dan ingin terlihat kaya, semprot kaos Anda dengan PylOX gOld. Jika Anda bukan siapa-siapa dan ingin menjadi istimewa, cuci baju Anda pakai air kencing (ala romawi) trus tuangkan tinta pulpen warna ungu.

Terakhir, dengan aman saya bisa mengatakan kalau saya hampir tidak pernah membeli pakaian. Kebanyakan, pakaian yang saya punya hasil pemberian sana-sini termasuk iklan atau sponsor.  Jadi pakaian saya termasuk gaya ndeso karena jarang update. Jadi, jangan percaya tulisan di atas hehehe.  Saya cuma ingin ngomong, “pakaian semakin sedikit semakin baik, soalnya tidak pusing memilih.”

Peace!

 

Dikirimkan di Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s