DDS Si5351 buat Opreker :) ->Pengantar

Ada banyak program open source terkait DDS yang menggunakan IC Si5351 dan Arduino. Kebanyakan program tersebut penuh fitur dari A sampai Z : Mode LSB/USB, A/B VFO, band switch, S meter, tunning otomatis, slow drift, dan lain sebagainya.

Jika baru belajar, semua fitur itu akan menambah beban & mengaburkan fungsi utama dari DDS : Membangkitkan sinyal VFO & BFO!

Saya hanya mengambil dan meracik ulang agar sederhana & berfungsi baik. Membuang semua fitur sehingga mudah dipelajari. Fitur dapat ditambah secara bertahap sesuai kebutuhan.

Harapannya, siapapun dengan bekal pemrograman/elektronika dasar dapat membuat sendiri DDS jika ingin.

Modal : Perangkat yang perlu disiapkan ada di bawah. Saya akan menyusun ala ugly/deadbugs. Yang penting jalur tersambung antar modul (biasanya saya melekatkan modul dengan panel pakai lem tembak).

  • Arduino board (Nano/Uno)
  • LCD 16×2 atau OLED 128×64 I2C
  • Modul Si5351
  • Rotary encoder
  • Laptop
  • Frekuensi counter
  • Perangkat Trx yang butuh VFO & BFO (Bitx atau yang lain)

Tulisan akan dibuat beberapa seri karena sambil praktek hehe. Jadi harap sabar ya. Mungkin akan dimulai dari penggunaan OLED 128×64 karena ini jalur paling sederhana.

Ok, download Arduino IDE jika belum punya. Saya menggunakan Linux Slackware. Tampilan dan fungsi sama jika Anda pakai Mac OS ataupun Ms Windows. Versi yang saya gunakan 1.8.13.

Test Arduino board :

Biasanya board ini sudah terisi program blink. Jadi saat pertama kali tancap led akan menyala kedip-kedip. Hati-hati ada 2 jenis chip pada arduino Nano/Uno yang dipakai. ATmega 328 atau 168. Yang terakhir lebih murah dengan kapasitas memory 1/2 atau hanya 16KB. Sedang ATmega 328 punya memory 32KB.

Pada menu Tools–>Boards pilih board Arduino yang digunakan. Punya saya Nano dengan ATmega 168. Pada opsi Port pilih yang dipakai. Terakhir klik “Get Board Info”

Upload contoh program. Coba ubah periode kedip menjadi 5 detik. Iya untuk memastikan board Arduino berfungsi. Klik File–>Examples–>01.Basics–>Blink ubah angka 1000 jadi 5000. Kemudian upload program ke board Arduino.

Ok, semestinya blink led akan lebih lambat 🙂 Tes sederhana ini mesti berhasil dulu. Hal ini untuk memastikan tiap bagian hardware berjalan baik.

Menambah Library pada Arduino IDE :

Ada beberapa library yang diperlukan. Semua dapat didownload dan di instal otomatis lewat Arduino IDE selama laptop/PC terhubung Internet. Kilik Sketch–>Include Library–>Manage Libraries.

Untuk LCD 16×2 dengan chipset HD44780 sudah terinstal default. Untuk OLED 128×64 digunakan SSD1306 ASCII library milik Bill Greiman agar hemat memory.

Untuk Si5351 digunakan library punya NT7S Jason Milldrum. Alasan utama adalah “phase shifting” yang lebih baik dari library lain. Tapi dengan harga hanya 2 dari 3 clock yang bisa digunakan. Silahkan baca di README library ini. Dua clock ini pas untuk keperluan VFO dan BFO.

Si5351 hanya punya 2 PLL internal, jika semua clock digunakan, maka saat terjadi pergeseran frekuensi akan menimbulkan spurious karena 2x PLL untuk kerja 3x clock. Lebih baik 2 PLL ya untuk 2 jalur clock.

Baik, proses instalasi library selesai… Tulisan berikutnya akan membahas tes OLED 128×64 dengan I2C, LCD 16×2, dan Si5351.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s