Dua Kisah Ngopi sama Ayah

Ayah saya sudah pegang KTP seumur hidup, jadi apa yang mau dikejar dalam hidup bukan ambisi ala anak jaman Now :).

Cerita dimulai…

Satu saat mengajak Ayah buat ngopi di lobby hotel bintang 5 pusat kota. Kebetulan ada acara di tempat itu. Ajakan saya ditolak hehhehe. “Nggak! Terlalu mahal!” Katanya. Padahal sebelumnya saya mentraktir teman di tempat itu. Baiklah, harga 50rb/cangkir (sekali tempo) tidak buat bokek.

Okay, jalan kaki keluar hotel cari tempat murmer ya warkop pinggir jalan. Petugas security hotel adalah petunjuk terbaik mana tempat ngopi yang enak. Baiklah, ini kontras harga dan suasana yang asyik, Ayah dan anak ngopi bareng hehehe.

Kisah kedua ini saat mau nonton bioskop ramai-ramai. Posisi gedung bioskop ada di lantai atas Mall pusat kota. Sambil nunggu, paling enak ya ngopi dulu. “Ayok ngopi sek pi!” kata saya ke Ayah. Dan saya gak mungkin ajak ngafe di mall.

Dari puncak gedung turun ke lantai paling bawah sekitar parkiran, ada gerobak dorong ibu tua penjual kopi khusus karyawan Mall. Ngopi di sana berdua sambil diselingi gerimis (waktu itu). Tidak ada atap hanya ada teras bangunan sedikit. Sruput-sruput pakai gelas plastik sekali pakai. Pinginnya pakai cangkir ala sta*****s tapi ini dunia yang beda hehehe.

Cerita selesai 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s