Balun 1:1 / Choke 40M untuk Daya RF 1 KW SSB

Rancangan balun ini hasil pemikiran dan ujicoba dari G3TXQ. Pada artikel panjang lebar, tinggal pilih saja mau buat balun 1:1 /choke seperti apa. Mau berapa lilit, terus pakai toroid jenis apa.

Karena ingin buat balun dengan impedansi > 8K Ohm pada frekuensi 7MHz maka saya pakai patokan bar paling atas. Warna hijau tua mewakili impedansi > 8K Ohm. Hasil ujicoba pakai VNA dari G3TXQ menunjukkan jenis toroid FT240-43 dan jumlah lilitan 17. Mudah bukan?

Pilih area warna hijau tua, hijau Muda, atau kuning sesuai dengan band yang diinginkan.

Warna bar merah dianggap batas minimum. Sebagian orang menganggap nilai 500 Ohm sudah memadai. Tapi banyak juga yang menilai impedansi itu terlalu kecil. Intinya semakin tinggi nilai impedansi semakin baik. Balun akan mengenyahkan signal liar dengan mudah.

Jika ingin hemat, tanpa toroid, tinggal gulung saja coax di pipa paralon πŸ™‚

Untuk daya beberapa ratus watt bisa digunakan kabel RG58. Jika ingin daya besar, tinggal ganti RG58 dengan RG400 (jarang ada di Indonesia) atau RG142. Kasus saya butuh RG142 sepanjang 122 Cm. Jadi saya pakai coax potongan 135-140cm yang dijual di toko online. Tepatnya RG142 punya Belden dengan kode 83242.

Ada banyak coax RG142 tanpa merek entah asli atau yang palsu. Dalam hal ini saya butuh kepastian hehehe. Lebih baik bekas tapi jelas daripada baru tapi palsu. Dari baca komentar, yang palsu sisi ground coax susah disolder.

Galeri di bawah saat proses pengerjaan balun 1:1 /choke. Gambar membawa 1000 makna ya πŸ™‚

Ada perdebatan soal penggunaan material #43 pada toroid untuk daya besar. Permeabel besar akan menyebabkan toroid mudah saturasi, panas berlebihan , dan choke akan dedel duel.

Ternyata kuncinya (dari baca-baca) ada pada impedansi. Jika impedansi besar, maka efek panas ini akan berkurang drastis. Untuk material #61 misalnya, nilai permeabel tidak sebesar #43. Dengan kontra material #61 lebih tahan saturasi. Pilihan tergantung selera. Semakin besar impedansi, semakin baik untuk meredam CMC (common mode current) alias signal liar dari mana saja. Untuk antena dipole diharapkan minim 5K Ohm.

Jika kondisi dan antena mendekati ideal, impedansi 500 Ohm sudah cukup. Jika kondisi tidak sempurna, banyak gangguan sekitar (misal dekat kabel PLN dan tengah kota industri) maka lebih baik pilih impedansi sebesar mungkin.

Balun ini bisa mengatasi daya RF 1 KW SSB dengan mudah. Kuncinya spesifikasi komponen jelas. Toroid pakai FT240-43 dan kabel coaxial Belden 83242 /RG142. Jika pakai yang palsu atau KW, maka kepastian akan hilang. Perbandingan daya tahan Kabel coax menurut M0PZT dapat lihat di bawah.

Coax RG142 dapat dilalui daya RF max 9KW (9000 Watt) pada frekuensi 10MHz. Tentu pada frekuensi 7MHz akan lebih besar lagi. Kalau hanya 1KW tentu tidak ada apa-apanya bagi RG142 asli.

Kenapa tidak pakai coax RG213 atau RG8 sekalian? Masalahnya, toroid tidak akan muat untuk lilitan sebanyak itu. Kabel RG58 dan RG142 punya diameter sama.

Sedang toroid FT240-43 bisa mengatasi daya RF 1-1,5KW. Lihat liat ini. Ada yang menulis balun model ini bisa dilewati 2-4KW. Silahkan coba sendiri.

Pakai RigExpert untuk test SWR balun ini. Paling gak untuk cek tidak konslet rangkaiannya :). Nilai memuaskan 1: 1.05 untuk sekitaran 7MHz. Data pada band lain juga saya tampilkan.

Dalam realita, lebih suka daya kecil saat Tx. Lebih hemat energi. Apalagi daya kurang dari 100W untuk signal SSB sudah kemana-mana (kalau propagasi baik :). Balun dengan kemampuan besar untuk jaga-jaga kalau SWR naik karena antena patah kena angin nakal.

Kontradiksi lain, balun ini saya cor pakai resin 801 agar tidak kemasukan air dan sambungan kuat. Tapi ada yang condong untuk terbuka biar kena angin. Pilihan tergantung selera.

Semoga berguna.

YD3BRB

—————-

Referensi :

G3TXQ

Tabel eksperimen untuk membuat balun yang diinginkan. Dari hal praktis sampai teori rumit.

DJ0IP

Rangkuman praktis membuat balun. Jika tidak ingin membaca yang ruwet-ruwet.

K9YC

Banyak menjelaskan soal choke. Satu ini pakar masalah interferensi. Banyak karya tulisan yang dipublikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s