Lidah Ndeso

Dapat kesempatan mencicip coklat dari Rusia. Jujur, lidah ini gak bisa bedakan coklat dari Rusia atau coklat dari rak supermarket dekat sini. Ini memang lidah “ndeso” hehehhe. Cuma bisa tahu coklat ini enak.

Karena manusia sering tidak adil dalam menilai, cara paling adil ya diadakan “blind test” kalau soal rasa. Indera pengecap plus selera juga dipengaruhi oleh kemasan. Coba coklat ini pakai bungkus koran, nafsu langsung hilang bisa-bisa.

Tapi, coklat dari orang yang dicintai selalu enak. Apalagi diberikan dengan tulus. Jika punya kesalahan menumpuk, coklat akan menghapusnya. Jika cinta menipis, coklat akan membuatnya tebal.

Lidah, seperti indra lain, bisa dilatih kalau mau. Cara paling cepat dengan mengurangi input dari indra lain. Jadi hanya fokus dengan indra lidah saja saat mencicip. Berikan rasa berulang untuk dikenali oleh lidah. Lebih cepat lagi kalau batasan masalah lebih sempit. Misal melatih tingkat pengenalan kandungan coklat. Mulai dari 50%,60%, sampai 98%.

Tapi, hidup tidak mesti begitu. Punya lidah tetap ndeso juga tidak masalah. Yang penting bisa menikmati.

Peace!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s