Ya Begitulah …

Satu saat cangkrukan sama temen di kafe yang lumayan mahal nurut kantong anak kos. Mau ajak di warkop gaya kampung kok  sungkan sama istrinya, wong suaminya bos batu-bara, bisa-bisa dianya pulang gak dikasih jatah hehehe.

Sebenernya tempat gak seberapa ngaruh buat ngobrol ngalor-ngidul. Apalagi ini bukan obrolan soal deal bisnis. Ini pertemuan kawan lama yang sudah jadi temen 30 tahun lebih. Mau yang secangkir 40rb atau 3rb tidak masalah jika sekali tempo, wong sudah jadi alumni anak kos semua.

Entah mau di tempat elit atau punya kawulo alit, namanya ngopi mesti jalan terus. Ibarat roda hidup kadang di atas, kadang di bawah. Tidak masalah selama roda itu berputar. Itu yang menandakan ciri hidup manusia. Seperti kurva sigmoid, mulai dari lahir sampai mati adalah proses yang gak bisa dihindari. Menikmati setiap kondisi lebih nikmat daripada selalu mengharap yang atas terus dan akhirnya kecewa.

Ngomong soal warkop, bisa jadi di sana yang diomong juga soal kejar-kejaran antara kebutuhan hidup yang tambah banyak dan uang yang susah didapat. Hutang sana-sini, gali lubang dan tutup lubang. Yach namanya dinamika hidup terpapar jelas tanpa basa-basi. Untuk apa? Tidak ada kepentingan untuk menutupi kalau sama-sama miskin alias kere hehehe.

Tidak perlu punya asumsi yang cangkrukan di warkop kurang rejekinya dari kita. Tidak semua rejeki bisa dihitung sama uang. Pacar yang baik juga rejeki, punya ayam jago yang jagoan kampung juga rejeki, badan sehat juga rejeki meski ada panunya sedikit hehehe.

Masalah rejeki tiap orang beda-beda. Roda juga berputar, kadang kaya berlimpah, kadang kayak hutan eh kaya hutang sana-sini hehehe. Selama bisa cangkruk di warkop, hidup tetap layak disyukuri. Jika Anda masih tetap membandingkan dengan tetangga Anda, saya jamin rasa syukur akan susah diucapkan. Jika diteruskan, si riri yang gak sexy jadi pacar gelap Anda.

Rasa syukur itu perlulah kencan sama yang namanya sabar. Tanpa sabar, gak bakalan Anda bisa ngopi bro, syukur akan hilang tiada. Lha pak sabar yang punya warkop kok. Jadi, jika Anda susah bersyukur, ambil sepedah dan kayuh ke warkop sana. Pesan secangkir kopi dan sruput pelan-pelan dengan sabar. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?

Kembali ketemen saya yang sama-sama alumni anak kos, dia setuju kalau hidup itu tidak melulu mesti dapat fasilitas yang bintang 5 ( Jangkrik dia pakai Alphard), kalau bisa bintang 6 atau 7 sekalian. Maksudnya seseorang yang bersyukur mau kemana aja sudah ada 5 bintang dikantong. Sisanya bonus.

Peace!

Dikirimkan di Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s