Tafsir Gitanjali ayat 26-28 :)

The child who is decked with prince’s robes and who has jewelled chains round his neck loses all pleasure in his play; his dress hampers him at every step. 

In fear that it may be frayed, or stained with dust he keeps himself from the world, and is afraid even to move.

Yach kalau anak pake baju mahal dan berkelas plus megang Ipad keluaran terbaru biasanya jadi takut kotor saat maen sama temen dan alam. Jadi kebanyakan jadi pengamat sepak bola aja. Cuma liat dan komentar saat temannya maen. Apalagi pake perhiasan mewah.. Wahh nanti takut hilanglah, takut rusaklah. Jadi lebih baik duduk diam sajalah. Apalagi gimana bisa maiinn? Abis ini les itu, abis itu les ini,… Ipad dan baju keren plus perhiasan mewah bisa berwujud prestasi dan piala semeter juga. Jangan malu-maluin ikut kompetisi pulang gak bawa piala nduk !

Mother, it is no gain, thy bondage of finery, if it keep one shut off from the healthful dust of the earth, if it rob one of the right of entrance to the great fair of common human life.

Mama … aku pingin maiinn. Aku khan masih anak-anak. Aku gak mau stress dinii. Justru dari main aku belajar banyak… belajar kenal sana-sini…belajar kehidupan langsung. Ohh “healthful dust” jangan selalu dikemucingin..jangan selalu dipenghisap debu. Jangan selalu dilarang.

Peace !

Ps: 

  • Gitanjali atau kidung persembahan (edisi bahasa Indonesia) karangan Rabindranath Tagore.
  • Namanya tafsir…suka-suka yang tafsir lah.
  • Yang paling ngerti maksud tafsiran ya yang melakukan tafsir.
  • Yang tafsir statusnya tukang kebun, jadi..lol

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s