Handmade Knife “Wabi-sabi”

Seiring perjalanan waktu, saya mulai menikmati segala hal yang buatan tangan. Entahlah, mungkin karena barang buatan tangan dirasa lebih manusiawi, lebih personal, dan nilai seni lebih bisa dinikmati.

Saya punya beberapa pisau buatan pabrik dengan bahan baja ‘state of the art’ dengan proses pembuatan yang canggih dan presisi  serta buatan tangan yang jika diteliti tidak sempurna . Jika boleh memilih, saya pilih yang terakhir.Yahh Wabi-sabi ! 🙂

Tentu saja, saya tetap bisa menikmati keduanya, dimana pisau pada akhirnya adalah tetap sebagai alat bantu manusia. _20160703_221136

‘Handmade skinning knife’ buatan Putra Abah , Cibatu-Sukabumi. Bahan dari per baja mobil.

Ps; Di bawah cuplikkan dari wikipedia tentang Wabi-sabi . Tidak saya terjemahkan daripada salah arti.

The aesthetic is sometimes described as one of beauty that is “imperfect, impermanent, and incomplete”

Characteristics of the wabi-sabi aesthetic include asymmetry, asperity (roughness or irregularity), simplicity, economy, austerity, modesty, intimacy, and appreciation of the ingenuous integrity of natural objects and processes.

 

Dikirimkan di Life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s